Monday, June 21, 2010

GAYA BELAJAR

PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR
Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu pendidikan hendaknya dikelola, baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut bisa tercapai bila pebelajar dapat menyelesaikan pendidikan tepat pada waktunya dengan hasil belajar yang baik. Hasil belajar seseorang ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor yang ada di luar individu adalah tersedianya bahan ajar yang memberi kemudahan bagi individu untuk mempelajarinya, sehingga menghasilkan belajar yang lebih baik. Selain itu juga gaya belajar atau learning style adalah suatu karakteristik kognitif, afektif dan perilaku psikomotoris, sebagai indikator yang bertindak yang relatif stabil untuk pebelajar merasa saling berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan belajar (NASSP dalam Ardhana dan Willis, 1989 : 4). Gaya belajar mengacu pada cara belajar yang lebih disukai pebelajar. Umumnya, dianggap bahwa gaya belajar seseorang berasal dari variabel kepribadian, termasuk susunan kognitif dan psikologis latar belakang sosio cultural, dan pengalaman pendidikan (Nunan, 1991: 168). Keanekaragaman Gaya belajar mahasiswa perlu diketahui pada awal permulaannya diterima pada suatu lembaga pendidikan yang akan ia jalani. Hal ini akan memudahkan bagi pebelajar untuk belajar maupun pembelajar untuk mengajar dalam proses pembelajaran. Pebelajar akan dapat belajar dengan baik dan hasil belajarnya baik, apabila ia mengerti gaya belajarnya. Hal tersebut memudahkan pembelajar dapat menerapkan pembelajaran dengan mudah dan tepat. Meningkatkan kemampuan intelegensinya (Kolb 1984 ), yang sangat mempengaruhi hasil belajar. Hasil belajar merupakan gambaran tingkat penguasaan mahasiswa terhadap sasaran belajar pada topik bahasan yang dieksperimenkan, yang diukur dengan berdasarkan jumlah skor jawaban benar ada soal yang disusun sesuai dengan sasaran belajar.
Bertolak dari hal ini maka diduga ada pengaruh bahan ajar dan gaya belajar terhadap hasil belajar mahasiswa. Untuk menguji kebenaran dugaan tersebut, permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. (1) Apakah penggunaan bahan ajar yang dibuat peneliti berpolakan model disain Dick dan Carey dan bahan ajar tradisional memberi pengaruh yang berbeda dalam perolehan hasil belajar strategi pembelajaran PAK mahasiswa STAKPN Ambon?. (2) Apakah dengan gaya belajar mahasiswa yang berbeda akan mempengaruhi hasil belajar strategi pembelajaran PAK yang berbeda?. (3) Adakah interaksi antara penggunaan bahan ajar dan gaya belajar terhadap hasil belajar strategi pembelajaran PAK?.
Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini menggunakan eksperimen yang dilaksanakan pada mahasiswa semester 4 STAKPN Ambon. Ada 69 orang mahasiswa dipilih sebagai subjek penelitian yang terdiri dari kelompok eksperimen sebanyak 34 orang, dan kelompok kontrol 35 orang. Berdasarkan keadaan jumlah data antar sel atau kotak tidak sama dan akan juga mempengaruhi hasil, maka diupayakan untuk menyamakan jumlah data masing-masing sel yakni dihilangkan data hasil yang sama pada masing masing kelompok. Dengan dihilangkan beberapa data maka baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol berjumlah 30 orang sampel yang digunakan sebagai data analisis.
Dalam penelitian ini digunakan tes hasil belajar sebagai instrumen untuk pengumpulan data, untuk keperluan analisis data digunakan analisis varian dua jalan.

Hasil penelitian menunjukan: (1) Hasil belajar strategi pembelajaran PAK antara mahasiswa yang menggunakan bahan ajar produk model Dick dan Carey dengan mahasiswa yang menggunakan bahan ajar tradisional berbeda secara signifikan. Ditemukan bahwa hasil belajar Strategi pembelajaran PAK pada mahasiswa yang menggunakan bahan ajar yang disusun peneliti lebih tinggi daripada mahasiswa yang menggunakan bahan ajar tradisional. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai observasi Fhitung =45.983 yang lebih besar dari Ftabel = 4.00 untuk taraf signifikansi p < 0.05 berarti hasil penelitian signifikan. (2) Gaya belajar berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar strategi pembelajaran PAK. Dari hasil uji hipotesis diperoleh bahwa nilai observasi Fhitung =11.151yang lebih besar dari Ftabel = 4.00 pada taraf signifikansi p < 0.05 berarti hasil penelitian signifikan. Berdasarkan hasil tes Turkey HSD maupun Bonferoni menunjukan bahwa dari ketiga gaya belajar (visual, auditorial, kinestetik), yang sangat memberi pengaruh terhadap hasil belajar adalah gaya belajar visual. Perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang bergaya belajar visual dengan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang bergaya belajar auditorial sebesar 6.15 dengan taraf signifikansi P < 0.05. Selain itu juga ada terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang bergaya belajar visual dengan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang bergaya belajar kinestetik. Perbedaan ini sebesar 6.40 dengan taraf signifikansi P<0.05. Sebaliknya rata-rata hasil belajar mahasiswa yang bergaya belajar auditorial maupun kinestetik berbeda secara signifikan terhadap rata-rata hasil belajar mahasiswa begaya belajar visual. Namun untuk rata-rata hasil belajar mahasiswa yang bergaya belajar auditorial tidak ada perbedaan dengan hasil belajar mahasiswa yang bergaya belajar kinestetik. Hasil sebesar 0.25 dengan taraf signifikansi P>0.05. Sebaliknya rata-rata hasil belajar mahasiswa yang bergaya belajar kinestetik tidak ada perbedaan dengan hasil belajar mahasiswa yang bergaya belajar auditorial. Hasil sebesar -0.25 dengan taraf signifikansi P>0.05. (3) Tidak Ada interaksi antara penggunaan bahan ajar dan gaya belajar terhadap hasil belajar strategi pembelajaran PAK pada Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Ambon. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa nilai observasi Fhitung =1.148 yang lebih kecil dari Ftabel =3.15 pada taraf signifikansi p > 0.325 berarti hasil penelitian tidak signifikan..

Bertolak dari temuan penelitian ini, maka disarankan agar (1) pengajaran strategi pembelajaran PAK lebih efektif bila menggunakan bahan ajar yang didesain dengan baik, sehingga dapat memberikan kemudahan belajar bagi mahasiswa. (2) Gaya belajar sangat mempengaruhi hasil belajar, untuk itu disarankan agar sebelum melakukan suatu pengajaran diupayakan agar lebih dahulu mengadakan tes awal dalam menentukan gaya belajar mahasiswa agar dapat sangat bermanfaat dalam mengembangkan proses belajar mengajar. Pembelajar dalam pembelajaran dapat menyesuaikan dengan gaya belajar pebelajar. Membantu mahasiswa untuk lebih memahami tentang gaya belajarnya sehingga dapat memberikan peluang yang besar baginya memperoleh hasil belajar yang sebaik-baiknya.

No comments:

Post a Comment