Wednesday, June 16, 2010

..~ HAK CINTA DAN KEIKHLASAN ~..~

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Arti memenuhi kecintaan itu ialah oleh sebab antara dua orang yang sudah bersahabat itu , seolah - olah ada perjanjian untuk mengikatkan diri masing-masing dalam satu kesatuan. Hal ini menjelmakan kecintaan yang tetap, terus berlangsung selama-lamanya sampai saat kematian dan setelah matinya itu lalu kecintaannya dialihkan kepada anak-anaknya serta sahabat-sahabatnya.inalah yang harus ditetapi dan dipenuhi untuk seterusnya. Bukankah kecintaan itu tujuannya untuk keakhiratan. Jadi kalau sebelum mati saja sudah putus , maka sia-sialah amalan yang telah dirintis dan hilang lenyaplah usaha yang telah dilaksanakan.

Pernah terjadi bahwa Rasulullah saw. memuliakan sangat kepada seorang wanita tua yang datang menghadapnya pada suatu hari . Beliau Rasulullah saw,lalu ditanya , mengapa berbuat demikian itu , lalu menjawab dengan sabdanya: '' wanita ini pernah datang pada kami dizaman khadijah,sesungguhnya kemuliaan janji termasuk keharusan agama'' alhadist

Termasuk dalam arti memenuhi kecintaan ialah menjaga terus hubungannya dengan sekalian sahabat dari saudaranya serta segenap keluarga yang ada hubungan dengannya. Menjaga hubungan dengan mereka itu pasti akan dirasakan lebih meresap dalam sahabat itu daripada menjaga hubungannya dengan dirinya sendiri , sebab kegembiraannya dengan meneliti keadaan orang yang dicintai oleh hatinya itu tentu lebih besar , karena inilah sebagai bukti kekuatan belas kasihan serta kecintaan.

Bila kestiaan dalam bersahabat ini terputus , maka Iblis akan bersorak gembira , karena dengkinya kepada dua orang besaudara dijalan Allah Subhallahu Wa Ta'ala dari irinya terhadap dua orang bekerja sama untuk kebaikan , dan Iblis akan berusaha keras sekali untuk merusakkan hubungan mereka.

Allah Subhanallahu Wa Ta'ala berfirman:

'' Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku : ''Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik ( benar ) Sesungguhnya Syaitan itu menimbulkan perselisihan diantra mereka.'' ( Qs- Al Isra ' : 53 )

Allah Subhanallahu Wa Ta'ala berfirman :

'' Setelah syaitan merusakkan ( hubungan ) antara aku dan saudara - saudaraku .'' ( Qs Yusuf : 100 )

Selanjutnya buah dari adanya salin cinta mencintai yang dilakukan semata - mata karena Allah Subhanallahu Wa Ta'ala itu ialah tidak adanya kedengkian , baik dalam soal Agama atau Dunia . Sebab bagaimanakah seorang itu akan dengki dan iri hati pada sahabatnya yang sudah erat , padahal segala sesuatu yang menjadi milik sahabatnya itu faidahnyapun akan kembali pula pada dirinya sendiri. Inilah sifat yang dijelaskan oleh Allah Subhanallahu Wa Ta'ala bagi orang-orang yang cinta mencintai karena Allah Subhanallahu Wa Ta'ala semata-mata ,

Sebagaimana firman-Nya:

'' Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka ( orang Muhajirin ) dan mereka mengutamakan ( orang-orang Muhajirin ) atas diri mereka sendiri ( Qs - Al -Hasyr : 9 )

Ingatlah bahwa timbulnya keinginan ini adalah karena rasa dengki atau iri hati.
Termasuk dalam arti memenuhi berlangsungnya kecintaan ialah apabila seseorang itu tidak akan mengubah-ubah sikapnya terhadap sahabatnya itu sekalipun bagaimanapun juga keadaanya , termasuk diwaktu ia memperoleh kedudukan yang tinggi , rizki yang meluap - luap , kekuasan yang benar ataupun yang sudah berpangkat luhur sekali . Ingatlah bahwa merasa tinggi diri diatas kawan-kawan karena ada sesuatu yang baru mendatang itu adalah sikap dan tabi'at orang-orang yang kurang akal atau hina dina semata - mata.
Seorang penyair berkata:
''Orang budiman ,
Dikala dalam kelimpahan , tetap mengingat
Sahabat yang dicocoki
Semasih bediam dirumah yang buruk.''

Hukama ' berkata : '' Bila temanmu telah berkuasa disuatu daerah dan masih ada seperdua kasih sayangnya kepadamu,itu sudah cukup banyak.''

Rabi ' menceritakan , bahwa imam Syafi ' i ra. pernah bersahabat dengan seorang pria Baghdad , kemudian sahabat beliau itu diangkat menjadi menguasa denegeri Sibain ( wilayah irak ) Sikapnya pun berobah dari biasa , dan beliau menyuratinya seraya bersajak:

Pergilah wahai temanku ,
Sayangmu telah kuceraikan dari hatiku .
Namun belumlah talak tiga berlaku.
Kalau engkau sudi kembali ,
Talak itu jatuh sekali,
Bila engkau berkeras hati ,
Talak kutambah lagi.

Namun bukanlah termasuk setia kepada sahabat , untuk menyetujui dalam hal-hal yannng tak benar dibidang keAgamaan , bahkan tanda setia dalam hal ini ialah tiada menyetujui.

Namun demikian perlu kiranya kita insafi bahwa bukan dalam segala hal kita diharuskan mencocoki sahabat. Bahkan termasuk nama memenuhi kecintaan apabila seseorang itu senantiasa mengikuti atau menyetujui apa-apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu , sekalipun hal itu nyata - nyata menyalahi haq atau kebenaran , lebih - lebih yang ada hubungannya dalam masalah Keagamaan.Tetapi bahkan disebut memenuhi kecintaan sekiranya seseorang itu berani itu menyalahi sahabatnya serta mengingkarinya apabila sahabatnya itu dianggap menyeleweng dari kebenaran dan untuk ini wajiblah ia menasihati dengan baik.

Setengah dari pada bekas - bekas yang tertanam dari hasil bersikap benar dan ikhlas serta kesempurnaan memenuhi kecintaan itu ialah apabila seseorang itu sangat berat untuk berpisah dengan sahabatnya , merasa tidak enak ditinggalkan olehnya, sebagaimana yang diucapkan oleh seoranng penyair :

'' Bagiku ,
Semua musibah disegala zaman itu ringan ,
Kecuali berpisah kawan ''

Ibnu Uyainah pernah mengucapkan sajak diatas itu , kemudian menyambungnya : '' Memang , aku telah penah bergaul dengan suatu golongan yang sampai kini telah berpisah denganku selama tiga puluh tahun , tetapi belum pernah kerisauan perpisahan itu lenyap sama sekali dalam sanubariku .''

Dalam pada itu termasuk memenuhi kecintaan pula apabila seseorang itu , tidak mendengarkan sama sekali apa-apa yang disampaikan oleh orang-orang lain yang mungkin membenci sahabatnya itu mengenai diri sahabatnya tadi.

Bahkan termasuk memenuhi kecintaan pula jikalau seseorang itu tidak mengeratkan hubungannya dengan musuh sahabatnya . Imam Syafii 'i pernah berkata : '' Apabila sahabatmu itu sudah suka mengikuti kehendak musuhmu , maka kedua orang itu sebenarnya telah bersikap untuk memusuhi dirimu.

.Waallahu A'lam Bishahawaab.

No comments:

Post a Comment